What you think and what you eat (kembali nulis :) )
Lama gak nulis nih...kalo tidak dibiasakan menulis lagi kerja otak ni jadi rada-rada lama gitu nuangkan ide.. :( .Menulis juga identik dengan berapa banyak asupan buku yang kita baca. Betul juga si ya, You are what you think, you are what you eat.
Kalo orang kebanyakan baca buku sastra atau novel pasti deh lebih enak juga menuangkan tulisannya dengan gaya bahasa seperti sastra atau bacaan fiksi. Sedangkan yang lebih dominan bacaan esai /artikel biasanya lebih senang dengan bacaan non fiksi. sekalipun begitu, terkadang kita mesti mengalokasikan waktu agar potensi otak kiri dan kanan seimbang. sesekali baca bacaan yang ringan tapi juga diselingi dengan bacaan yang berbobot.
Nah terkait dengan you are what you eat juga benar. Makanan zaman sekarang sudah banyak dicampur dengan pengawet. Kebayang kan kalau makanan tersebut dikonsumsi terus menerus setiap hari, bagaimana nantinya efeknya dikemudian hari bagi tubuh kita?
Buat kita-kita apalagi yang masih muda, tidak ada salahnya menjaga kesehatan dengan bahan alami.
Kalau bapak saya ya, rutin banget minum air rebusan daun sirsak setiap hari.Soalnya punya tanamannya, jadi tinggal direbus saja daunnya. Menurut penelitian, daun rebusan daun sirsak itu bisa membunuh sel-sel kanker gitu deh...
Selain itu di rumah saya juga sedia madu. Tapi saya sih pakai madunya kadang buat masker wajah hehe. Madu yang saya beli asli lo, asalnya dari hutan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kabupaten Kapuas Hulu memang terkenal dengan madunya.
Saya tidak pernah membeli madu yang produksi massal dari pabrik. Karena yang ori lebih terjamin khasiatnya. tapi kadang-kadang nih ya ada juga pedagang yang usil, menjual madu tapi sudah campuaran. Bisa dengan air gula/campuran gula merah. Kalau dimasukkan ke dalam kulkan jadi beku tidak bisa diminum lagi. Tapi, pengalaman salah membeli madu jadi pelajaran buat saya dan keluarga agar lebih berhati-hati membeli.
Kalau di Pontianak, satu botol madu yang ukurannya setara dengan 1 botol sirup dijual sekitar Rp 120an ribu. Atau ada yang Rp 150.000 tergantung dengan jenis madunya juga. Tapi saya tidak tau ya ditempat teman-teman standar madu dijual dengan harga berapa.
Kemudian, saya juga mulai merutinkan makan kapsul habatussauda (jinten hitam) 1 kali sehari. Kalo dulu kan pas suka-suka aja, atau pas kurang enak badan gitu. Oh ya,Habbatusauda ini bener-bener berkhasiat. Kalau saya kurang enak badan (sakit) biasanya saya konsumsi 3 kapsul. Alhamdulillah enakan lagi setelah dibawa istirahat.
Yah intinya buat teman-teman jaga kesehatan. Apalagi di Pontianak sedang musim hujan, perubahan cuaca seperti ini jadi orang mudah jatuh sakit. Apalagi dengan ditambah dengan aneka ragam buah-buahan yang muncul. Musim buah durian, rambutan, langsat, ada manggis juga. Kalau berlebihan jadi sumber penyakit. Misalnya saja durian tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah yang banyak karena kalori untuk satu 100gr buah durian itu lumayan besar. Tapi nih ya, buah durian itu menggiurkan, kadang kalo saya kebanyakn makannya. dikemudian hari dikurangi/tidak sama sekali. Buah durian disini relatif terjangkau, murah lo. Ada yang Rp5000-Rp20.000 tergantung ukuran.
Semoga musim hujan tidak menyurutkan kita untuk senantiasa berpositif thinking atas setiap pintu rahmat yang diberikanNya untuk kita.
*btw, ini tulisan tentang apa ya. Semoga bisa dimaknai tulisannya, spontan banget..nulis langsung diupload hehe
Komentar