Cerpen: Bidadari Akhirat
Pagi itu seperti biasa, Ifa membuat susu coklat hangat ditemani dengan kue kebeng sebagai menu sarapannya. Memang sudah rutinitasnya menikmati sarapan pagi di ruang tamu, bukan di ruang makan seperti kebiasaan anggota keluarganya. Hal ini dilakukannya tak lain karena ia melakukannya sambil membaca koran langganan yang sudah diantarkan ke rumahnya. Kalau bukan koran, kadangpula bacaan paginya adalah majalah Islami yang dipinjamnya dari sebuah Taman Bacaan di kelurahan tempatnya tinggal. Berita hari itu tidak jauh-jauh dari kriminal, sudah lumrah sepertinya kasus korupsi ini merajalela di kota ini. Yang paling sering terjadi memang kasus tindak pidana ekonomi. Baik itu korupsi ataupun pencucian uang (money loundring). Tapi hari itu matanya tertuju pada gadis-gadis finalis pemilihan duta sebuah produk motor . Biasanya para finalis itu diakhir malam penentuan mengenakan kosum yang super seksi dengan menampakkan aurat yang jauh dari unsur rasa malu. Ya. Lagi...