Menjemput rizkiNya
Hari Selasa 19 Maret 2013 adalah inspirasi buat aku
untuk tidak mudah menyerah dalam menggapai rizki dari Allah. Allah itu Maha
Kaya.
Karunia Allah itu luas banget… Dialah tempat bergantung dan Dialah Maha
Pemberi Rizki.
Well, mau tau
inspirasiku kemarin. Yuk simak
Pertama, saat tidak sengaja membuka saluran televisi
hari selasa,19 Maret 2013 di TVRI yang meliput acara pembukaan Gerakan
Kewirausahaan Nasional (GKN) 2013. Subhanallah ramai dan penuh spirit dari para
pemuda yang mengikuti Pembukaan GKNl 2013, di lapangan Sepak Bola Gelora Bung
Karno, Jakarta. Jumlah peserta yang hadir diperkirakan hingga mencapai 50.000
orang ( wow tidak beda jauh dengan penonton sepak bola di GBK).Yup, sekalipun
hanya melihat dari TV, tapi bagiku semangat seperti ini sudah mampu menularkan
dan membangkitkan adrenalin bagi siapapun khususnya pemuda yang ingin menjadi
pengusaha.
Acara yang
diliput tersebut berdurasi sekitar dua jam. Seingat aku ya.. dari pukul 15.00
sampai 17.00 wib. Acara baru benar-benar dimulai saat Bapak Presiden Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono
beserta Ibu Ani datang dan mulai duduk di podium yang sudah disediakan. Acara mulai dibuka dengan menyanyikan lagu nasional
(yang menjadi paduan suaranya mengenakan pakaian adat macam-macam daerah) kemudian
dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan RI Indonesia Raya. Setelah itu satu persatu ada
penampilan beragam tarian daerah yang dilakukan hingga serempak dengan musik yang
sama, intinya icon tarian Indonesia dari Sabang sampai Merauke ditampilkan disitu.
(hmm aku jadi keinget agenda Sail Morotai 2012, saat parade budaya, perwakilan
propinsi menampilkan tarian /lagu daerah masing-masing) seru banget liatnya. Setelah
itu barulah pidato pembukaan dibacakan oleh Bapak Mentri Koperasi dan UKM RI, Bapak Dr Syarief Hasan S.E MM. Kemudian
dilanjutkan dengan seremonial penyerahan dana modal usaha dari beberapa Bank
seperi bank Mandiri, BRI dan BNI kepada pengusaha yang sudah lolos mengajukan
prpoposal bisnis mereka. Dan yang
terakhir adalah pidato dari Bapak Presiden RI.
Didalam isi
pidato tersebut. Aku setuju banget dengan adanya gerakan kewirausahaan ini.
Program ini bertujuan untuk mengurangi pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan
negara kita. Sepertinya untuk beberapa
tahun terakhir ini Pemerintah kita memang mensetting mindset para cendikiawan muda Indonesia untuk
tidak melulu mengandalkan diri sebagai job
seeker tapi juga bisa menjadi job giver.
Di beberapa kampus/ fakultas juga sudah mulai berdasas-desus untuk memasukkan
mata kuliah kewirausahaan kedalam kurikulum pengajaran. Kalau fakultas ekonomi
sih jangan tanya, itu memang mata kuliah yang wajib ada di sana ya.
Kesimpulan
dari menonton liputan tersebut bagiku adalah aku ingin hidupku bernilai dan
bermanfaat juga untuk orang lain. Caranya tidak mesti dari mengharap menjadi
bagian pencari kerja namun bisa mengupayakan menciptakan hasil karya sendiri
untuk sukses.
Inspirasi kedua, pada saat malamnya aku
menonton program acara Rumah Perubahan oleh Rhenald Kasali di stasiun TV yang
sama, TVRI. Saat itu bercerita tentang modal utama dalam berbisnis yaitu jujur
dan dapat dipercaya. (kalo yang ini mah jadi keinget Rasul,Muhammad saw, yang
sidiq dan amanah :)
Ok aku tidak
berpanjang lebar disini, hanya saja yang menjadi kesimpulannya adalah ketika
bintang tamu yang merupakan pengusaha furniture,
Ibu Diana Ali Al Jufri mengatakan bahwa
kesuksesan beliau selain dari jujur dan menjaga kepercayaan baik dari pelanggan
maupun pegawainya ialah dukungan yang besar dari suami dan ibunya. Ketika restu
dari ibunda itu ada dalam menjalankan roda bisnisnya. Maka jaminan kelancaran
usaha itu beliau peroleh…
Nah lo…restu
bunda jawabannya.. Bukankah ridhanya
orang tua adalah ridhanya Allah… Itulah jawabah atas kebarokahan rizki yang dicapai
karena orang tua juga mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk kesuksesan
anak-anaknya. Ehem, berhubung orang tua ku berlatar belakang dua-duanya PNS. Tidak
lain dan tidak bukan mereka menginginkan hal yang sama terjadi pada anak-anaknya
namun tetap tidak terlalu memaksakan bilamana terjadi perbedaan sejauh orang
tua menghendaki anaknya menjadi demikian.
Ya. Yang terbaik yang dilakukan adalah
berusaha dulu, karena kita tidak pernah tau dari arah mana rizki Allah itu datang.
Aku disini hanyalah seorang yang sedang berikhtiar menjemput rizki yang sudah
ditakdirkan Allah. Apapun hasilnya itu adalah yang terbaik. Yang kulakukan saat
ini adalah terus mengupgrade diri. Menjadi lebih baik, dan berkualitas.
Menambah ilmu dan amal hingga the end of
my life. Bukankah dalam firmanNya qur’an surah Al Mujadilah ayat 11 menyatakan
bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu itu akan Allah tinggikan derajatnya?
Nah, ibarat
tanah liat nih ya. tanah liat itu kan
tampak tidak berharga, karena ditijak dan harganya murah. Akan tetapi segenggam
tanah liat menjadi bernilai tatkala ia berubah wujud menjadi sesuatu yang indah
dipandang mata bahkan dapat dirasakan manfaatnya oleh manusia. Ketika tanah
liat tersebut dibentuk menjadi sebuah cakngkir/wadah keramik yang cantik,dihiasi
dan dipoles sedemikian rupa. Hasilnya see..
harganya pun menjadi berkali-kali lipat bahkan diletakkan di tempat yang berbeda.
Tidak tanggung-tanggung, ditempatkan di etalase atau meja makan atau buffet yang
cantik bahkan dijauhkan dari hal yang membahayakan. Kira-kira seperti itulah
perbandingannya, bila tidak memiliki ilmu, kualitas diri kita itu rendah sekali
namun jika kita permak diri kita dengan kekayaan ilmu dan ahlak yang luhur. Maka
akan tinggi pula nilai kita dihadapan orang-orang dan dimata Allah.
Dan yakinkan
bahwa Allah Maha luas pintu rahmatNya…
Ya Allah
karuniakanlah padaku dan hamba-hamba yang menyeruMu dengan rizki yang halal,
yang baik yang barokah yang membuat kami semakin bertambah syukur…atas setiap
nikmat yang Engkau berikan…amiin ya Rabbal ‘alamin.
In the middle
of night, Pontianak
21-03-2013

Komentar