Ingin Disayang Juga
"Bunda sayang Hafidz?" Ucapan ini kerap diutarakan oleh anak saya yang berumur 3,5 tahun setiap kali saya pulang kerja(magang) di Kantor Notaris dan PPAT. Awalnya, saya tidak tidak begitu 'ngeh' memahami arti dari pertanyaaan yg bernada pernyataan tersebut. Sudah saya jawab dengan jawaban "Sayang donk". Namun sepertinya Hafidz menginginkan lebih dari itu, setelah banyak berpikir dan menyadari apa yang dialami, mengertilah saya, bahwa itu sebenarnya bentuk mencari perhatian agar dia juga diperlakukan sama seperti adiknya. Mungkin istilahnya adalah sibling rivalry.
Pengertian sibling rivalry sendiri dapat diartikan sebagai kompetisi antar saudara kandung, baik antar saudara kandung yang berjenis kelamin sama ataupun berbeda. Kompetisi ini diwarnai oleh rasa iri, cemburu, dan persaingan. Bersaing untuk mendapatkan sesuatu, seperti perhatian ibu, mainan baru, dan lain-lain. Bersaing bisa pula untuk membuktikan sesuatu, seperti menjadi yang paling berprestasi, paling disayang orangtua, paling banyak teman, dan lain-lain.
Ya Allah nak, bunda baru menyadari mungkin diusiamu yang masih sangat kecil ini tentu masih membutuhkan perhatian yang sama. Mengingat saya ketika pulang dari suatu urusan dan ketika melihat adeknya bernama Delisha yang berusia 1 tahun itu, selalu saya gendong, peluk dan cium. Setelah mengerti bahwa ini adalah bentuk dari caranya Hafidz mencari perhatian dan kasih sayang, sejak saat itu, ketika saya pulang dari magang ataupun pergi keluar..sayapun juga mengucapkan kata sayang serta memperlakukannya dengan kasih sayang yang sama,membelainya,memeluk dan memujinya.
Betapa mencari perhatian itu masih melekat padanya. Dialah orang yang paling bersemangat saat saya pulang kerja, ia pun segera menghampiri sampai di pagar dan menyatakan " bunda udah pulang" dan tidak lama kemudian kalimat rutinnya "Bunda sayang Hafidz?" Terlontar begitu polos dengan senyum manis yang penuh harap. "Sayang donk, How cool you are nak, menunjukkan dan mencari perhatian dengan begitu elegan.
Anak-anak, ya dialah amanah yang bersamanya saya banyak belajar...ini adalah pelajaran yang tidak pernah saya dapatkan dibangku sekolah ataupun kuliah.
Bersamamu.. Bunda terus menjadi pembelajar sejati..karena sejatinya ilmu tetap dicari hingga akhir hayat...
Terimakasih ya Nak, telah menyadari dan mengetuk hati bunda untuk mengerti bersamamu. Ya semoga sehidup sesurga kelak kita ya Nak..
Pontianak, 2 November 2021


Komentar