Pontianak, Kotaku
Hadoh tadi iseng-iseng search di google dengan kata 'Pontianak', yang tampil banyaknya malah gambar kuntilanak.. ya ampun..sebegitunyakah kotaku ini dikenal. Kalau identik dengan horor seperti itu, bisa-bisa wisatawan lokal bakalan tidak mau berkunjung ke kota Pontianak. Apalagi misalnya yang searching malam-malam seperti saya. Ya udah deh langsung ditutup tuh mungkin googlenya hehe...
Padahal nih ya kenyataanya tidak semengerikan itu. Kadangkala kalau saya bertemu dengan orang yang di luar propinsi KalBar dan saling bercerita, saya bilang dari Pontianak masih banyak yang belum kenal, Pontianak itu dimana ya...mungkin didalam benak orang-orang di luar Kalimantan, menganggap Pontianak itu seperti hamparan hutan yang banyak, jadul atau mungkin banyak hantunya ya haha..
Memang kota Pontianak belumlah sengetop wilayah-wilayah di Jawa. Area yang begitu luas sehingga belum dimanfaatkan seooptimal mungkin, SDM yang tidak sebanyak di Jawa serta pembangunan yang belum merata disetiap kabupaten di Kalimantan Barat membuat Kalimantan Barat belum terlalu dikenal majunya.
Kalau di Pulau Jawa kan dari Jakarta ke Bandung saja bisa ditempuh dua jam melalui bus (yang lewat tol). Beberapa jam saja sudah berubah propinsi. Tapi, kalau teman-teman ke Kalimantan Barat jarak dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Kapuas Hulu hingga 8 jam perjalanan menggunakan jalur darat (bis atau mobil), itu masih satu propinsi ya say.
Jujur, sayapun belum pernah ke Kapuas Hulu, kabupaten di Kalimantan Barat yang pernah saya datangi baru di kabupaten Sanggau, kab. Pontianak, Kab. Kubu Raya dan Kota Singkawang dan Kab Bengkayang. Selebihnya kabupaten yang lain belum pernah saya kunjungi, ada yang hampir menginjak kota kabupatennya. Kepinginnya sih ke Kab. Ketapang soalnya disitu wilayah pantai. Kata teman yang pernah ke Ketapang, disana pantainya bagus...masih alami. Padahal teman saya itu dari Jakarta loh, pernah ke Ketapang, katanya waktu itu ada agenda dari kampusnya yang di UI buat mahasiswa baru. Salut..
Kalau di Pulau Jawa kan dari Jakarta ke Bandung saja bisa ditempuh dua jam melalui bus (yang lewat tol). Beberapa jam saja sudah berubah propinsi. Tapi, kalau teman-teman ke Kalimantan Barat jarak dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Kapuas Hulu hingga 8 jam perjalanan menggunakan jalur darat (bis atau mobil), itu masih satu propinsi ya say.
Jujur, sayapun belum pernah ke Kapuas Hulu, kabupaten di Kalimantan Barat yang pernah saya datangi baru di kabupaten Sanggau, kab. Pontianak, Kab. Kubu Raya dan Kota Singkawang dan Kab Bengkayang. Selebihnya kabupaten yang lain belum pernah saya kunjungi, ada yang hampir menginjak kota kabupatennya. Kepinginnya sih ke Kab. Ketapang soalnya disitu wilayah pantai. Kata teman yang pernah ke Ketapang, disana pantainya bagus...masih alami. Padahal teman saya itu dari Jakarta loh, pernah ke Ketapang, katanya waktu itu ada agenda dari kampusnya yang di UI buat mahasiswa baru. Salut..
Pontianak adalah kota yang memiliki cuaca panas, bagi yang tidak terbiasa mungkin akan sangat gerah berada di siang hari. Tapi kalau sudah biasa tentu tidak terlalu banyak mengeluh. Paling masuk kamar langsung always on kipas angin. Bila tidak tahan lagi, penggunaan AC adalah solusi yang sangat tepat. Tapi memang tidak ada cara lain mengurangi hawa panas Kota Pontiank selain dari musim hujan, ataupun menunggu waktu sore untuk bersantai jalan-jalan keluar Kota Pontianak.
Kota Pontianak idetik dengan suku melayu. Hari jadi Kota Pontianak jatuh pada tanggl 23 Oktober , biasanya menjelang HUT Kota Pontianak, banyak sekali diadakan event khasnya lebih ke nuansa melayu Pontianak.
Pada dasarnya Kalimantan Barat sendiri memiliki tiga etnis yang mendominasi yaitu melayu, dayak dan cina. Beda kabupaten beda pula adat istiadatnya. Kalau di Kota Pontianak, Kab Pontianak,dan kab Sambas nuansa adatnya lebih ke melayu. Kalau di Kota Singkawang, beda lagi, kota yang dijuluki kota amoy ini kalau ditempuh melalui jalur darat dari Kota Pontianak sekitar 3 sampai 3 setengah jam.
Nah, di kota ini atraksi perayaan budaya tionghoa lebih terasa. Apalagi menjelang imlek,perayaan budaya cina disana lebih terasa sekalipun di Kota Pontianak sendiri yang masyarakatnya keturunan cina juga menggelar aksi serupa yaitu atraksi naga. Sedangkan di kabupaten seperti Landak, Sanggau, Sekadau adat istiadatnya dayak. Di even tertentu seperti gawai dayak dimeriahkan dengan sangat besar.
Nah, di kota ini atraksi perayaan budaya tionghoa lebih terasa. Apalagi menjelang imlek,perayaan budaya cina disana lebih terasa sekalipun di Kota Pontianak sendiri yang masyarakatnya keturunan cina juga menggelar aksi serupa yaitu atraksi naga. Sedangkan di kabupaten seperti Landak, Sanggau, Sekadau adat istiadatnya dayak. Di even tertentu seperti gawai dayak dimeriahkan dengan sangat besar.
Dengan adanya multicultural khas Kalimantan Barat.Teman-teman saya yang dari propinsi lain diluar Pulau Kalimantan heran. Certinya kan sewatu ikutan Sail Morotai 2012 tahun lalu. Perwakilan dari Kalbar menari dengan dua etnis. Karena saya dari Kalimantan jadi mengira kalau saya dan tim Kalbar akan menampilkan performa dayak saja. Padahal pada saat tampilan parade budaya kok malah yang Kalbar bergabung dengan tarian bersama dengan tim dari Riau dan Kepri yang sama-sama melayu.
Hanya pas penampilan yang KalBarnya saya dan tim dari kalbar menambah 1 tarian kreasi khatulistitiwa campuran dayak dan melayu. Akhirnya saya katakan bahwa di Kalimantan Barat memang beda, lain dari yang lain budaya propinsinya.Karena memang memiliki 3 etnis besar yaitu melayu, dayak dan cina yang tidak bisa dipisahkan atau dihilangkan unsur budayanya. Bayangkan untuk tarian/ baju daerah saja kita boleh milih, mau model melayu, dayak atau cina. Multicultural banget kan. Kalau di propinsi lain kan hanya mewakili satu suku yang diperformkan. Tapi tidak untuk di Kalimantan Barat.
Hanya pas penampilan yang KalBarnya saya dan tim dari kalbar menambah 1 tarian kreasi khatulistitiwa campuran dayak dan melayu. Akhirnya saya katakan bahwa di Kalimantan Barat memang beda, lain dari yang lain budaya propinsinya.Karena memang memiliki 3 etnis besar yaitu melayu, dayak dan cina yang tidak bisa dipisahkan atau dihilangkan unsur budayanya. Bayangkan untuk tarian/ baju daerah saja kita boleh milih, mau model melayu, dayak atau cina. Multicultural banget kan. Kalau di propinsi lain kan hanya mewakili satu suku yang diperformkan. Tapi tidak untuk di Kalimantan Barat.
| Ini waktu parade budaya gabungan KalBar, Riau dan Kepri diatas Kapal KRI Surabaya Sail Morotai 2012 |
Ok, back about Pontianak again, di Pontianak itu tidak ada pantai, jadi kalau ingin menikmati pemandangan water front city dapat mengunjungi alun-alun kapuas.di situ water front citynya khas Pontianak karena di tepian sungai kapuas. Banyak yang berjualan disini tidak beda jauh kok dengan Pantai Losari yang jadi trade mark kebanggan water front citynya Makassar.
Di Pontianak itu jalur resmi ke propinsi lain sesama Kalimantan malah tidak ada. kalau saya mau ke Kalimantan Tengah/ Kalimantan Selatan malah harus ke Jakarta dulu untuk transit penerbangan. Tapi, ada salah satu kelebihannya, mengunjungi Kota Pontianak bisa sekaligus wisata keluar negri. Paling tidak melancong sampai ke Sarawak, Kuching Malaysia. Sudah banyak bis antar negara Pontianak(Ind) dengan Sarawak(Mas). Perjalananpun tidak terasa karena berangkatnya malam jam 9 (numpang tidur saja), subuh sudah sampai di border Entikong (Kalbar) Indonesia- Tebedu (Sarawak)malaysia. Ini adalah jalur border resmi antar negara, biasanya memang ada jalur tikus yang memang bisa menembus daerah-daerah diperbatasan.
Objek wisata di Kota Pontianak ada tugu khatulistiwa, musem sejarah KalBar, Masjid Jami' (ini masjid tertua dan dibangun saat dinobatkan hari lahirnya Kota Pontianak,seluruhnya terbuat dari kayu belian asli)wuih kalau sekarang kayu belian mah mahal... karena sudang langka dan memiliki kualitas yang sangat bagus), Keraton Kadariyah, alun-alun Kapuas, dan Rumah Betang khas suku dayak.
![]() |
| Museum KalBar |





Komentar